keuangan terdesentralisasi

Apa Itu DeFi ?

DeFi , Decentralized Finance atau Keuangan Terdesentralisasi  adalah sistem elektronik peer to peer untuk instrumen finansial. Project Defi menggunakan token kriptografi dan blockchain yang memungkinkan siapa saja menerbitkan, mentransfer dan memiliki instrumen finansial.

Defi sebagai peer to peer instrument finansial seperti halnya Bitcoin sebagai uang elektronik peer to peer.

Mulai matangnya blockchain Ethereum menghasilkan banyaknya project yang bukan hanya menerbitkan token ERC20 tetapi juga instrumen finansial. Bitcoin merupakan salah satu alternatif finansial dengan blockchain tetapi tidak memiliki banyak fitur dan sulit membangun instrumen finansial yang kompleks dengan blockchain dari Bitcoin, tetapi fungsi smart contract dari Ethereum membuat jauh lebih mudah untuk membuat instrumen finansial yang kompleks.

Lighting network dari Bitcoin memang bisa membawa kegunaan micropayment dari Bitcoin tetapi tetap tidak cocok untuk membuat instrumen finansial seperti halnya smart contract dengan fungsi penuh. Jaringan teknologi blockchain lain seperti EOS, Cardano, Vexanium kalau di Indonesia bisa memiliki potensi lebih untuk project DeFI.

Perbedaan Open Finance dan Decentralized Finance (DeFi)

Open Finance dan Decentralized Finance adalah hal yang berbeda yang bisa saja digabungkan pada titik tertentu dan memiliki beberapa karakter yang mirip.

Open finance berarti “unbundling” dari layanan perbankan dan menyediakan API untuk startup bisa memberikan layanan yang lebih niche dan regional geografi terbatas. Seringkali membutuhkan AML/KYC yang penuh dan seringkali bersifat B2C.

Decentralized Finance (DeFi) di sisi lain berarti menjalankannya dengan pseudo-anonymous, berpotensi tidak bisa disensor, terbuka untuk pasar global (borderless) dan lebih transparan karena berjalan di teknologi blockchain yang bersifat public permisionless.

Decentralized Finance secara teori terbuka untuk pasar global dibandingkan proyek open finance yang membutuhkan lisensi finansial terbaru dan compliance yang bersifat legal dan lokal di tiap region.

Namun tentu saja, terkait DeFi, seperti halnya project lain di dunia crypto, masih banyak memiliki wilayah abu-abu.

Karakter dari Decentralized Finance (DeFi)

Untuk memenuhi definisi Decentralized Finance, sebuah project harus memiliki beberapa atribut, antara lain :

  1. Censorship Resistance
    Aktifitas penyimpanan token, pengiriman / transfer token dan proses jual beli yang terjadi di dalamnya tidak bisa disensor atau ditutup oleh pihak yang melakukan maintenance terhadap jaringan tersebut.
  2. Programmable Asset
    Asset yang ada di dalam produk Defi memiliki karakter native dari token yang ada di jaringan decentralized
  3. Pseudonymity
    Anonim adalah tanpa nama. Pseudonym adalah nama “alias”. Banyak yang mengira Bitcoin itu adalah anonim. Tetapi ini salah karena yang benar konsep username di blockchain adalah pseudonym. Jika Anda melakukan transaksi dengan username “Superman” (di dalam beberapa blockchain harus menggunakan public key yang sangat panjang, tetapi di blockchain seperti Vexanium bisa menggunakan 12 karakter yang bisa diingat), orang yang tidak kenal Anda mungkin tidak tahu siapa itu “Superman” tetapi orang-orang dekat Anda yang Anda beritahu bahwa Superman adalah nama alias Anda, tentu mereka tahu. Konsep pseudonym membuat biaya AML/KYC (Anti Money Laundering / Know Your Customer) menjadi menurun dan membuat tool-tool finansial di dalam Decentralized Finance (DeFi) menjadi lebih inklusif dan terbuka untuk semua orang.
  4. Transparan dan trustless
    Kustodian aset dari Defi selalu bisa diverifikasi di dalam blockchain, penyimpanan asetnya juga melibatkan smart contract dan wallet. Tidak boleh ada satu wallet yang bersifat centralized dan menyimpan dana besar di dalam produk DeFi.
  5. DeFi bersifat permissionless, tidak seperti “Open Finance”
    DeFi harus memungkinkan semua orang membuat aplikasi tanpa perlu approval dari otoritas apapun (seperti bank sentral). Ingat lagi bahwa karakter DeFi adalah censorship resistance, tool yang transparan yang memungkinkan siapapun mentransfer, menyimpan dan menukan tokenized asset di lingkungan yang bersifat permissionles (tanpa ijin) dan tanpa membutuhkan verifikasi identitas. Decentralized Finance berbeda dengan Open Finance di mana open finance tergantung dengan entitas perbankan yang membutuhkan AML/KYC yang kuat dan terikat dengan regulasi dan badan pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here