Banyak perusahaan blockchain saat ini sedang membangun sistem operasi blockchain untuk organisasi sektor publik, tentunya pemerintah bisa menggunakan semua perangkat perusahaan yang kami miliki. Solusi perusahaan kami untuk pemerintah adalah dengan menggunakan sebuah kontrak pintar OpenLaw, solusi manajemen aset Treum, solusi manajemen identitas uPort, dan otomatisasi proses dari Pantheon dan Kaleido.

Kami menyediakan solusi melalui berbagai macam rantai perusahaan swasta yang dikembangkan khusus untuk pemerintah. Fitur ini mempunyai kemampuan untuk menetapkan berbagai tingkat akses ke pengguna yang berwenang, memastikan validasi independen dari transaksi dan operasi yang membangun sistem keamanan secara sempurna dan akuntabilitas dengan tetap mematuhi standar privasi yang berlaku. Solusi dari kami nantinya memungkinkan penduduk dan pebisnis untuk ikut serta berpartisipasi dan mengelola data mereka, menciptakan sebuah sistem yang aman juga akan memperlancar interaksi antara pemerintah dan warga negara, sekaligus mengamankan informasi dari berbagai upaya penipuan dan peretasan.

 

Berbagai macam stack teknologi blockchain untuk Pemerintah

Selain arsitektur blockchain kami yang sangat aman, ConsenSys sedang membangun serangkaian elemen fungsional inti yang akan memungkinkan untuk beberapa fungsi tertentu dari pemerintah.

  • Manajemen Identitas: Sotara akan memungkinkan pekerja, pemerintah, dan warga negara untuk mendaftarkan identitas mereka di blockchain, mengatur aset dan keamanan, meminta dan mengirim kredensial, mengesahkan transaksi dan mengelola data dengan aman.
  • Peraturan Cerdas: Sotara akan memungkinkan lembaga untuk merancang dan membuat dokumen serta peraturan hukum dengan sebuah kontrak pintar berbasis blockchain tamper-proof.
  • Manajemen Aset dan Pelacakan Proses: Sotara akan memodelkan dan memfasilitasi proses pemerintah dan meningkatkan kemampuan untuk melacak aset fisik maupun digital.
  • Manajemen Keuangan dan Penganggaran: Sotara akan melacak dan merekonsiliasi transaksi pemerintah dengan cepat dan transparan secara khusus sehingga mampu mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.

Interoperabilitas platform juga akan memungkinkan aplikasi tambahan. Hal ini dikarenakan lebih banyak perubahan atau perpindahan fungsi sektor publik ke solusi berbasis blockchain.

 

Observatorium & Forum Blockchain UE: Studi Kasus Blockchain Di Uni Eropa

Uni Eropa telah lama mengakui potensi blockchain untuk memacu inovasi digital demi kepentingan bisnis dan masyarakat Eropa baik di sektor publik maupun swasta. Eropa juga sangat aktif berkaitan dengan eksplorasi blockchain, mulai dari Resolusi Blockchain Parlemen Eropa hingga Kemitraan Blockchain Eropa, hingga Asosiasi Internasional Aplikasi Blockchain Tepercaya yang baru diumumkan. Belum lagi pendanaan yang tersedia cukup banyak untuk proyek-proyek blockchain melalui program Horizon 2020.

Para pemimpin pemerintah Eropa menyadari bahwa kebijakan yang kuat harus didasarkan pada informasi dan wawasan yang sehat. Mempertimbangkan sifat blockchain yang baru lahir dan bergerak cepat, bagaimana para pembuat kebijakan Eropa dapat memperoleh wawasan tentang keadaan dan pengembangan solusi berbasis blockchain di Eropa? Bagaimana mereka memastikan tentang kekhawatiran yang didengar selama ini tapi tetap selaras dengan komunitas blockchain Eropa?

Jawabannya: Observatorium & Forum Blockchain UE, sebuah proyek dua tahun yang diluncurkan oleh Komisi Eropa dengan dukungan dari Parlemen Eropa. Observatorium & Forum Blockchain UE dirancang untuk memberikan analisis, diskusi, pendidikan, dan rekomendasi yang berarti untuk mendorong inovasi blockchain di ekosistem wilayah Eropa.

 

Contoh Kasus Penggunaan Blockchain Di Pemerintahan Dan Sektor Publik

  • Kota Pintar
  • Perbankan Sentral
  • Validasi Pendidikan dan Kualifikasi Profesional
  • Pelacakan Vaksinasi
  • Melacak Pinjaman dan Hibah Siswa
  • Penagihan Pajak dalam Penggajian

 

Bagaimana Dampak Blockchain Terhadap Kota Pintar?

Kota Pintar menggunakan teknologi data dan informasi untuk saling menghubungkan dan mengelola infrastruktur fisik, sosial, dan bisnis untuk merampingkan layanan bagi penduduknya sambil memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya yang tersedia telah dilakukan secara efisien dan optimal. Dengan adanya kombinasi teknologi, IoT, komputasi awan, dan teknologi blockchain, pemerintah dapat memberikan layanan dan solusi yang lebih inovatif kepada masyarakat kota setempat.

Informasi lainnya : https://belajarblockchain.id

Blockchain juga mampu menyediakan mekanisme untuk menciptakan infrastruktur yang aman dalam mengelola fungsi-fungsi ini. Secara khusus, ia dapat menyediakan infrastruktur interoperable yang aman dan memungkinkan semua fungsi layanan kota pintar untuk beroperasi secara maksimal di luar tingkatan yang saat ini dibayangkan. ConsenSys telah berupaya mewujudkan inisiatif kota pintar ini di wilayah Dubai dan Zug.

 

Zug Digital ID: Studi Kasus Blockchain Untuk Identitas Yang Dikeluarkan Oleh Pemerintah

PBB memperkirakan bahwa pada tahun 2050, 68% orang akan tinggal di daerah perkotaan. Masuknya warga secara massal ini akan memberi tekanan pada sistem dan proses pemerintahan saat ini. Untuk memastikan kota dilengkapi dengan baik ketika menghadapi tantangan yang akan datang, semakin banyak kota yang membuat langkah-langkah menjadi kota “pintar”. Zug, alias Crypto Valley telah siap mengeksplorasi identitas digital berbasis blockchain untuk meningkatkan akses ke layanan pemerintah digital dengan meningkatkan efisiensi, keamanan data, dan aksesibilitas pemungutan suara.

Di sebagian besar negara demokrasi, warga negara dipanggil untuk memberikan suara dalam beberapa pemilihan presiden, parlemen atau lokal. Perwakilan yang mereka pilih mengambil keputusan politik atas nama mereka. Ini disebut demokrasi tidak langsung. Swiss memiliki demokrasi langsung, yang membawa mereka ke pemilihan umum sekitar empat kali per tahun untuk memilih berbagai isu yang relevan dengan wilayah khusus mereka, misalkan terkait merokok di restoran, mendanai museum, dan memperluas rute bus lokal. Meskipun mereka merupakan pemerintahan yang paling demokratis di zaman modern, tidak menutup kemungkinan juga menciptakan proses yang rumit, mahal, dan memakan waktu.

Akan tetapi, berbeda dengan Zug, ia memanfaatkan uPort, platform identitas terdesentralisasi untuk menciptakan implementasi langsung pertama di dunia dari proyek identitas yang dikeluarkan pemerintah secara berdaulat di blockchain Ethereum, bersama dengan kota Zug, Institut Zug Layanan Keuangan dari Universitas Lucerne, bersama dengan integrator TI & M untuk platform dan Luxoft yang mengimplementasikan pemilihan. Pada musim panas 2017, mereka meluncurkan program percontohan untuk mendaftarkan ID penduduk di blockchain Ethereum publik.

Setelah program percontohan, Zug secara resmi meluncurkan program pada November 2017. Model identitas uPort mengembalikan kepemilikan identitas kepada individu dengan memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan identitas mereka sendiri di Ethereum, mengirim dan meminta kredensial, menandatangani transaksi, dan mengelola kunci dan data dengan aman pada sistem identitas yang dikelola secara terbuka.

 

Bagaimana Dampak Blockchain Terhadap Bank Sentral?

Penyelesaian bruto real-time merupakan proses penyelesaian secara berkelanjutan pembayaran antar bank dalam catatan bank sentral yang bertentangan dengan penyelesaian pada akhir setiap harinya. Blockchain memungkinkan peningkatan jumlah transaksi dan ketahanan jaringan secara signifikan dan memungkinkan bank sentral memproses RTGS dengan lebih cepat, akurat dengan keamanan yang ditingkatkan.

 

Project Ubin: Studi Kasus Blockchain Untuk Perbankan Di Singapura

Lembaga keuangan Singapura telah diakui hingga saat ini karena efisiensinya. Kebijakan publik mereka diekspor sebagai “cetak biru” untuk sistem pusat lainnya di seluruh dunia. Baru-baru ini, Otoritas Moneter Singapura atau dikenal juga dengan MAS mulai mengeksplorasi potensi teknologi “Buku Besar Terdistribusi” dalam hal aplikasi keuangan dan perbankan.

MAS bermitra dengan sejumlah lembaga keuangan dan perusahaan teknologi blockchain, termasuk ConsenSys Solutions dan Kuorum JP Morgan untuk menciptakan Project Ubin. Kerjasama ini berhasil menerapkan sistem penyelesaian secara real-time (RTGS) real-time dengan privasi transaksi penuh dan penyelesaian secara sempurna. Project Ubin secara efektif mampu menata ulang infrastruktur kelembagaan di Singapura dengan menerapkan platform blockchain.

Eksperimen dengan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi, MAS memberikan sinyal bahwa ia siap untuk membuktikan di masa depan tentang semua proses yang telah ditetapkan saat ini. Dengan meluncurkan Project Ubin, MAS memperkuat posisi mereka yang tepat di garis depan inovasi perbankan dan kepemimpinan industri.

Apa peran institusi pusat di dunia terkait cryptocurrency dan tokenization menjadi arus yang utama? MAS berusaha menjawab pertanyaan ini dengan meluncurkan proyek penemuan untuk mengeksplorasi kasus penggunaan blockchain di bank sentral. MAS meluncurkan latihan tiga fase dalam kemitraan dengan konsorsium bank internasional, teknologi ledger terdistribusi, dan penyedia blockchain.

  • Fase 1 terdiri dari penelitian dan studi kelayakan pada aplikasi yang potensial untuk teknologi blockchain. Studi ini mengeksplorasi: Manfaat dan tokenizing mata uang bank sentral, mengoptimalkan penyelesaian pembayaran antara bank lokal yang ikut berpartisipasi, langkah-langkah untuk mengaktifkan transaksi lintas batas, metode pembayaran digital yang efektif dan efisien.
  • Fase 2 berfokus pada bagaimana menggunakan platform blockchain dan tokenization dalam proses penyelesaian dan kliring harian untuk mengaktifkan RTGS.
  • Fase 3 mengeksplorasi potensi mata uang nasional tokenized dan mewujudkan pembayaran lintas batas melalui teknologi blockchain.

 

Bagaimana Blockchain Mempersingkat Validasi Kualifikasi Pendidikan Dan Profesional?

Menyimpan data perolehan akademik dan profesional pada dompet identitas terenkripsi dapat memudahkan seseorang untuk mengontrol akses ke data mereka. Ini juga memungkinkan sekolah, universitas, dan pengusaha untuk memvalidasi “pengesahan” untuk berbagai macam program dan pekerjaan yang telah dicapai.

 

Bagaimana Teknologi Blockchain Berdampak Pada Pelacakan Vaksinasi?

Menyimpan data vaksinasi pada blockchain memungkinkan sekolah, asuransi, dan penyedia medis untuk memvalidasi vaksinasi dengan cepat dan akurat. Proses ini secara otomatis akan mengaktifkan pembayaran secara mikro yang terkait dan mengarahkan akses kebermanfaatan berdasarkan status medis.

Bagaimana Teknologi Blockchain Mengelola Pelacakan Pinjaman Dan Hibah Siswa?

Kontrak pintar dapat diprogram sedemikian rupa untuk mengelola aplikasi pinjaman dan hibah, memberikan pinjaman, dan melacak kepatuhan terhadap syarat dan ketentuan. Pelacakan kinerja otomatis ini memungkinkan data waktu secara nyata dan peningkatan kepatuhan, transparansi, dan keamanan.

Bagaimana Teknologi Blockchain Akan Memengaruhi Pengumpulan Pajak Gaji?

Kontrak pintar dapat menyederhanakan proses pengumpulan pajak dengan mencocokkan data pajak dengan transaksi pendapatan dan menghitung pajak serta pengurangan jaminan sosial. Sistem berbasis blockchain secara otomatis akan mentransfer gaji bersih dan pembayaran pajak kepada masing-masing penerima. Otomatisasi terkoordinasi ini akan memberikan keuntungan berupa efisiensi, kecepatan, dan keamanan untuk pengumpulan pajak.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here